17 Jun

MENJADI pelupa dipandang sebagai tanda usia tua –yang tidak hanya terlihat pada kondisi tubuh saja, tetapi pikiran kita mulai menunjukkan keausan setelah penggunaan selama puluhan tahun atau mengalami cedera.

Tetapi menghindari menjadi pelupa menjadi urusan semua orang, baik usia tua atau muda.

Para ilmuwan dan peneliti telah menghabiskan selama beberapa dekade terakhir berupaya menemukan ‘pil ajaib’ yang dapat mempertahankan ingatan kita dengan baik sampai usia tua.

Demikian pula para peneliti juga berupaya menemukan cara untuk menghentikan atau mengobati penyakit menurunnya mental seperti demensia, Alzheimer, dan Parkinson. Bahkan, Alzheimer diperkirakan akan menghinggapi satu dari 85 orang di seluruh dunia pada tahun 2050. Itu berarti bahwa banyak dari kita akan mengalami penurunan kemampuan otak, yang dapat menyebabkan kehilangan ingatan, tidak memahami lagi kondisi diri sendiri, akhirnya kemampuan mental kita menghilang mendahului tubuh kita.

Sementara itu obat atau ‘pil ajaib’ untuk demensia dan kehilangan memori belum ditemukan juga. Tetapi ada beberapa cara untuk meningkatkan memori Anda, dan sebagian besar dari mereka bahkan tidak menggunakan obat atau menelan pil apa pun. Berikut tip yang dimuat The Malaysian Insider belum lama ini:

Latihlah otak Anda

Menonton televisi, bermain video game, dan menjelajah di internet adalah hobi menyenangkan bagi sebagian besar, tapi cobalah sejumlah kegiatan lain seperti memecahkan teka-teki atau berfikir. Kuncinya adalah menggunakan kekuatan otak Anda untuk terlibat dalam beberapa aktivitas mental.

Dalam bahasa lain: “gunakan otak Anda atau tidak”. Begitu saja persoalannya. Hal ini sebagaimana otot-otot kita yang kemampuan akan menurun kalau kita tidak melakukan apapun atau hanya berbaring saja sepanjang hari di tempat tidur.

Cukup tidur

Penelitian telah menunjukkan bahwa tidur cukup adalah kunci untuk lebih mampu mengingat fakta. Pada dasarnya, ketika Anda tidur, otak Anda sebenarnya membuat lebih banyak koneksi antara neuron, yang pada gilirannya menyebabkan menjadi lebih mampu menyimpan informasi baru.

Tidak ada cara untuk “menipu” atau menghindari kebutuhan dasar untuk tidur. Semua mamalia butuh tidur, bahkan mamalia laut pun “tidur”: dengan mengatur dua belah otak mereka aktif secara bergiliran untuk “ditidurkan”.

Melakukan latihan fisik

Menurut publikasi kesehatan yang dikeluarkan Harvard, terlibat dalam latihan aerobik –jogging, bersepeda, berlari, berenang– akan memompa darah Anda dan akan meningkatkan ukuran hippocampus, yaitu bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk memori dan mempelajari verbal. Dengan melakukan latihan fisik bisa membantu proses mengingat ke arah lebih baik.

Makanan sehat

Dianjurkan untuk meningkatkan asupan makanan yang diketahui bermanfaat bagi kesehatan otak, seperti Omega-3 yang dapat ditemukan pada ikan seperti salmon, tuna, mackerel, dan sarden. Atau, nutrisi yang bermanfaat untuk memori juga dapat dengan mudah ditemukan di apotek dalam bentuk minyak ikan atau minyak biji rami.

Berlebihan lemak jenuh dan karbohidrat gandum dapat merugikan kesehatan otak, sehingga kita perlu menghindari sebanyak mungkin atau tidak mengkonsumsi berlebihan.

Minum teh hijau, yang mengandung polifenol, merupakan antioksidan yang dapat memerangi radikal bebas yang diketahui merusak sel-sel kita, termasuk di otak.

Pelajari sesuatu yang baru

Carilah tantangan untuk mempelajari sesuatu yang baru. Otak kita dapat dikembangkan dengan pembelajaran. Bisa dengan belajar bahasa baru, naik sepeda, memainkan alat musik, atau bahkan menghadiri pelajaran pembuatan tembikar. Otak Anda akan berlatih informasi baru yang membutuhkan koordinasi tangan-mata atau kekuatan otak.

Tentu saja jauh lebih baik, kita menggunakan otak kita dengan mempelajari ilmu-ilmu agama untuk memperkuat pemahaman kita, atau menambah pemahaman kita yang selama ini masih kita anggap kurang

Like-Share

Ustadz Herman Syam El-Hafizh

Da'i Hafizh Qur'an dan penulis buku-buku Islam at Majelis Qur'an Indonesia
Ustadz Herman Syam El-Hafizh
Like-Share

Latest posts by Ustadz Herman Syam El-Hafizh (see all)

Leave a Comment