Portfolio - Website Resmi Ustadz Herman Syam El-Hafizh | Website Resmi Ustadz Herman Syam El-Hafizh
  • Metode 30

    151203021829IMG_20151202_142840_HDRJudul: Siapa Bilang Menghafal Alquran itu Sulit?
    Penulis: Herman Syam El-Hafizh
    Penerbit: Pro-U
    Cetakan: I, 2015
    Tebal: 244 hlm

    Menghafal Alquran kini sudah menjelma menjadi budaya baru. Selain dengan mudah kita temukan di mana-mana orang tilawah Alquran, para penghafal Alquran juga mudah kita temui. Hampir semua sekolah Islam memberikan pelajaran menghafal Alquran. Rumah-rumah tempat tinggal disulap menjadi rumah-rumah tahfidz. Pesantren tahfidz Alquran semakin diminati.

    Para orang tua pun berlomba-lomba mendaftarkan anak mereka ke dalam program penghafal Alquran. Cita-cita menjadi penghafal Alquran kini menjadi salah satu daftar cita-cita anak-anak selain pilot dan tentara.

    Seiring dengan maraknya gerakan menghafal Alquran, muncul pula beragam metode menghafal. Masing-masing program dan lembaga pencetak hafiz Alquran memiliki metode masing-masing. Kekayaan metode ini membuat kaum Muslimin lebih nyaman memilih metode mana yang paling cocok dengannya.

    Banyak buku yang juga mengupas soal metode menghafal Alquran. Salah satunya buku ini. Buku ini ditulis seorang yang sudah satu dasawarsa menggeluti tahfidz Alquran. Penulis menegaskan, buku yang ia hadirkan hanya memuat metode yang pernah penulis pakai untuk menghafal. Sehingga, sudah teruji pada penulis.

    Buku ini mengetengahkan Metode 30. Disebut dengan angka 30 karena menggunakan 30 jurus pas. Selain itu, penulis juga meramu beragam metode dan mengombinasikannya. Beberapa metode lain adalah buah pemikiran penulis yang sudah ia ujikan.

    Hal yang cukup menarik, Metode 30 menggunakan hampir seluruh pancaindra untuk menghafal Alquran. Gerakan untuk mempermudah menghafal pun dibuat sangat aktif. Penulis menyebutnya hampir mirip gerakan silat. Maka, tak heran jika ia memakai istilah jurus pas.

    Selain itu, buku ini menawarkan tahap praktik dengan petunjuk yang detail. Banyak buku yang mengupas soal metode menghafal Alquran. Namun, buku-buku itu rata-rata berhenti pada tahapan teori. Buku ini hadir dengan berbagai macam latihan seperti halnya tugas yang diberikan setelah seorang siswa belajar sebuah materi.

    Buku ini terdiri dari 30 bab dengan satu bab berisi penjelasan tambahan yang ringkas. Pertama dibahas soal niat dan persiapan. Bagaimana seseorang yang bertekad menghafalkan Alquran harus memiliki persiapan matang berupa niat yang lurus, target yang jelas, tempat yang nyaman, dan memilih waktu terbaik.

    Bab dua membahas soal bagaimana teman terbaik dan tekad baja sangat membantu dalam proses menghafal Alquran. Seperti metode lain, menggunakan hanya satu mushaf Alquran dibahas di bab tiga.

    Bab empat lebih soal fokus. Metode menghafal mulai dari yang paling mudah ada di bab selanjutnya. Seterusnya berupa metode yang sangat teknis, seperti membagi tiap halaman, melebihkan satu kata, memperhatikan permulaan ayat, mengulang dengan frekuensi yang baik, dan hafalkan lalu shalat.

    Metode yang menggunakan pancaindra mulai masuk dan dibahas di bab 11. Cara murajaah mundur juga terbukti efektif untuk menghafal. Hal itu dibahas tuntas di bab 13. Disusul bagaimana memahami ayat, murajaah sambil berdiri, duduk, dan berkendara.

    Metode lain, seperti fokus pada ayat rumit, menjauhi musik, dan hanya mendengarkan muratal, menjauhi maksiat, mencari guru, berdoa, murajaah santai, murajaah gerak aktif, sabak, sabki, dan manzil dibahas tuntas di buku ini.

    Buku ini menjadi menarik melihat semakin suburnya gerakan menghafal Alquran. Terlepas baik atau tidaknya sebuah metode, semua memiliki benang merah yang sama, yakni tekad yang kuat untuk mendapatkan kemuliaan sebagai penghafal Alquran. n ed: hafidz muftisany

     Sumber:
    http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/15/12/11/nz6x8a3-cara-mudah-menghafal-alquran